bangun 1: wahai bangun 2, siapakah dirimu?
bangun 2: wahai bangun 1, siapakah pula dirimu? kenapa engkau tanyakan siapa diriku?
bangun 1: aku ingin tahu dirimu
bangun 2: akupun juga ingin tahu dirimu
bangun 1: kalau begitu siapakah dirimu?
bangun 2: kalau begitu siapakah juga dirimu?
bangun 1: baiklah, biar kuperkenalkan diriku terlebih dulu. Aku adalah bangun ruang. Lalu siapakah dirimu?
bangun 2: akupun juga bangun ruang.
bangun 1: kalau begitu kita sama
bangun 2: ya, pastilah kita ini sama bentuk dan unsur-unsurnya
bidang : wahai bangun 1 dan bangun 2, kenapa engkau belum tanyakan kepadaku apakah semua bangun ruang itu sama bentuk dan unsur-unsurnya
bangun 1 dan bangun 2: memangnya apa yang engkau tahu dari bangun ruang?
bidang : setiap bangun ruang itu selalu memilikiku
bangun 1 dan bangun 2 : benarkah demikian? bagaimana jika aku tidak memilikimu?
bidang sisi: maka dari itu janganlah menyebut-nyebut dirimu adalah bangun ruang yang sama jika engkau tak tahu mengenai dirimu sendiri.
bangun 1 : kalau begitu, akan kusebut diriku adalah bangun ruang yang memiliki bidang
bangun 2 : kalau begitu, akan kusebut juga diriku adalah bangun ruang yang memiliki bidang
rusuk: wahai bangun 1 dan bangun 2, kenapa engkau belum tanyakan kepadaku apakah semua bangun ruang itu hanya memiliki bidang saja
bangun 1 dan bangun 2 : memangnya apa yang engkau tahu dari bangun ruang?
rusuk : setiap bangun ruang itu selalu memilikiku
bangun 1 dan bangun 2: benarkah demikian? bagaimana jika aku tidak memilikimu?
rusuk : maka dari itu janganlah menyebut-nyebut dirimu adalah bangun ruang yang hanya memiliki bidang saja jika engkau tak tahu mengenai dirimu sendiri
bangun 1: kalau begitu akan kusebut diriku ini adalah bangun ruang yang memiliki bidang dan rusuk
bangun 2: ya, aku setuju dengan bangun 1.
bangun 1 dan bangun 2 : bagaimana bidang dan rusuk, apakah engkaupun setuju jikalau engkau kumiliki maka aku adalah sebenar-benarnya bangun ruang?
rusuk dan bidang : maka sebenar-benarnya dirimu adalah bangun ruang jika semua mengakui dirimu adalah bangun ruang
bangun 1 : hai bangun 2, apakah kita sudah bisa disebut sama bentuk dan unsur-unsurnya?
bangun 2 : ya, tentulah kita sudah bisa disebut sama bentuk dan unsur-unsurnya?
bangun 3 : wahai bangun 1 dan bangun 2, kenapa engkau belum tanyakan kepadaku apakah semua bangun ruang itu sama bentuk dan unsur-unsurnya
bangun 1 : ya, tentulah aku yakin diriku ini sama bentuk dan unsur-unsurnya. Kita sama-sama memiliki bidang dan rusuk. Bukankah begitu bangun 2?
bangun 2 : ya, aku setuju denganmu bangun 1
bangun 3 : jika engkau berkata seperti itu, maka sebenar-benarnya dirimu bukanlah bangun ruang yang sama bentuk dan unsur-unsurnya
bangun 1 dan bangun 2 : memangnya siapakah dirimu?
bangun 3 : aku adalah bangun ruang yang memiliki bidang dan rusuk, namun aku tak sama bentuk denganmu
bangun 1 dan bangun 2 : kenapa engkau tak sama bentuk dengan kami?
bangun 3 : karena bidang dan rusuk yang kumiliki tak sama denganmu
bangun 1 dan bangun 2 : seperti apa bidang dan rusuk yang kau miliki?
bangun 3 : seperti milikmu
bangun 1 dan bangun 2 : lalu, mengapa engkau tak mau mengakui kesamaanmu kepada kami?
bangun 3 : karena sebenar-benarnya dirimu terlalu meninggikan keinginanmu untuk menjadi bangun ruang yang sama. Padahal kalian tak tahu seperti apa bentuk dan unsur-unsurmu
bangun 1 dan bangun 2 : lalu, apa yang membedakamu dengan diriku?
bangun 3 : jumlah bidang dan rusuk
bangun 1 dan bangun 2 : hanya itukah perbedaan kita?
bangun 3 : bentuk bidang dan panjang rusuk
bangun 1 dan bangun 2 : adakah perbedaan kita yang lain?
bangun 3 : bidang yang membatasi diri kalian. Lalu dari perbedaan yang telah kusebutkan tadi apakah kalian masih meyakini bahwa diri kalian itu sama?
bangun 1 dan bangun 2 : iya, engkau benar. Kami memang sama-sama memiliki bidang dan rusuk tetapi kali belum tahu benar bagaimana bidang yang membatasi diri kami, berapa bidang dan rusuk yang kami punya dan bagaimana bentuknya.
bangun 3 : maka dari itu janganlah menyebut-nyebut dirimu adalah bangun ruang yang sama jika engkau tak tahu mengenai dirimu sendiri
bangun 1 dan bangun 2 : ya, pastilah nanti tak akan kusebut lagi diri kami ini sama jika kami tak tahu benar siapa diri kami
Rabu, 29 April 2009
Langganan:
Komentar (Atom)
